NEGERIKU MERANAH, TAK LAGI MERONAH
Pagi ini dinegeriku, pagi ke 5
Semenjak pagi pertama yang berjejalkan orasi dan juga aksi TOLAK BBM menanjak
Di dengar atau diacuhkan para penyeru PENOLAKAN BBM MENANJAK itu, mereka tetap LANTANG bergenderang
Berseru mereka pada tiap langkah mereka berpijak, dalam satu aksi, yaitu PENOLAKAN
Mereka penyeru terus berseru dan beraku, dengan mengatas namakan rakyat!
Beracuh jua sudah pada rakyat yang merasa aksi mereka bercitrakan tak elok!
Semenjak pagi pertama yang berjejalkan orasi dan juga aksi TOLAK BBM menanjak
Di dengar atau diacuhkan para penyeru PENOLAKAN BBM MENANJAK itu, mereka tetap LANTANG bergenderang
Berseru mereka pada tiap langkah mereka berpijak, dalam satu aksi, yaitu PENOLAKAN
Mereka penyeru terus berseru dan beraku, dengan mengatas namakan rakyat!
Beracuh jua sudah pada rakyat yang merasa aksi mereka bercitrakan tak elok!
Pagi ini dinegeriku, pagi ke 5
Semenjak pagi pertama yang berjejalkan orasi dan juga aksi TOLAK BBM menanjak
Di dengar atau diacuhkan para penyeru PENOLAKAN BBM MENANJAK itu, mereka tetap LANTANG bergenderang
Berseru mereka pada tiap langkah mereka berpijak, dalam satu aksi, yaitu PENOLAKAN
Mereka penyeru terus berseru dan beraku, dengan mengatas namakan rakyat!
Beracuh jua sudah pada rakyat yang merasa aksi mereka bercitrakan tak elok!
Semenjak pagi pertama yang berjejalkan orasi dan juga aksi TOLAK BBM menanjak
Di dengar atau diacuhkan para penyeru PENOLAKAN BBM MENANJAK itu, mereka tetap LANTANG bergenderang
Berseru mereka pada tiap langkah mereka berpijak, dalam satu aksi, yaitu PENOLAKAN
Mereka penyeru terus berseru dan beraku, dengan mengatas namakan rakyat!
Beracuh jua sudah pada rakyat yang merasa aksi mereka bercitrakan tak elok!
